Sabar adalah Kuncinya (I)

Posted: 8, September 2011 in Story of My Life
Tag:, ,

Kamis, 08 September 2011. Pagi ini aku tidak merasakan dinginnya kota malang yang biasanya menusuk tulang meskipun sejak pukul 03.30 pagi aku sudah terbangun dari tidurku. Agenda hari ini adalah pengisian KRS di kampus.

Jam 07.00 aku sudah bersiap untuk berangkat karena ingin menyelesaikan pengisian KRS dalam waktu sehari. Estimasi waktu KRS sampai jam 11.00 pagi karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan di kantor. Setelah mencetak surat kuasa teman untuk KRS, saya langsung menuju kampus. Benar saja, sudah banyak mahasiswa yang mengantri untuk mengambil sajian mata kuliah.

Sejauh ini proses pengambilan sajian masih lancar dan sesuai rencana. Namun semester ini sangat berbeda dengan semester-semester sebelumnya. Ada hal yang tidak biasa ketika aku melihat jadwal kuliah yang akan diambil. Hal yang sangat penting buat kita sebagai mahasiswa. Hal yang menentukan nasib kita semester ini. Hal yang terkadang membuat kita menarik nafas panjang karena lega atau ketakutan. Dan keadaan ini memaksa kami untuk menarik nafas panjang sembari berharap bahwa dosen yang mengajar kami bukan dosen yang killer.

Hal itu adalah nama dosen pengajar. Nama dosen itu biasanya terpampang di jadwal mata kuliah yang akan kita program. Namun memang kali ini kita tidak beruntung. Biasanya kita begitu bersemangat mengeset jadwal kita dan cepat-cepat untuk mengentri data ke sistem akademik kampus. Namun kali ini semangat itu mulai hilang, karena kita memang seperti membeli kucing dalam karung. Tidak tahu siapa yang kita pilih.

Sampai akhirnya semua jadwal telah tersusun rapi meskipun memang tidak tahu siapa yang akan mengajar kecuali mata kuliah data warehouse yang jelas-jelas pengajarnya adalah Pak Mahar, dosen yang menghajarku habis-habisan semester kemaren dengan nilai C+.

Kemaren beliau yang juga dosen pembimbing akademikku mengajar mata kuliah database terdistribusi dengan bobot 4 sks. Kuliah yang cukup berat buatku karena materi kuliah yang begitu beratnya yang dikemas dalam kemasan yang sangat menguras pikiran dan emosi kita, serta tugas-tugas yang terkadang ‘out of the box’ . Dan pada akhirnya perjuanganku berakhir dengan nilai C+ yang membuat impianku untuk meraih IP 3,5 buyar. Namun banyak hal yang didapat dari kuliah ini. Tentang kehidupan mahasiswa, kedisiplinan, dan yang paling penting mindset kita menghadapi sebuah kasus yang seperti dituangkan dalam tugas-tugas yang diberikan. Dan ilmu tentang basis data terdistribusi pastinya…

Kembali aku berjalan menuju lab informatika untuk mengisi data krs di sistem akademik kampus setelah menunggu Akbar, teman seperjuanganku menyelesaikan jadwal mata kuliah yang akan dia ambil saat ini. Sambil berjalan aku membuka lembar sajian mata kuliahku yang tertulis 20 sks, sedangkan punya bang ucup, yang juga teman seperjuanganku 18 sks.

Kembali aku melihat antrian mahasiswa di lab saat itu untuk mengisi KRS mereka. Tidak berapa lama aku dan Akbar berapa di ujung antrian. Dan seperti biasa, KTMku disorot barcode sebagai tanda ingin KRS. Dan musibah terjadi… Tertera tulisan ‘Anda masih mempunyai kekurangan pembayaran. Silahkan hubungi BAU’

…bersambung…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s