Dany Satriya Kennedy Weblog

31, Desember 2008

Low Profile di PK2 Maba Mipa 2008

Diarsipkan di bawah: Organisasi, Story of My Life — Tag: — kennedyfreedom @ 10:55 am

Diawali dengan mimpi indah di Selasa malam. Rabunya mimpi itu emang bebuah manis. Tiba-tiba sms datang dari Pak Presiden yang isinya “Dan, mau nggak jadi korlap?”. Kaget sich Pak Presiden sms kayak gitu, tapi tu adalah tantagan yang harus saya jawab. Sebagai pembuktian bahwa apa yang saya lakukan selama ini tidak sia-sia. Target awal saya membentuk pola pikir maba lebih “berani”. Berani bersikap dan berani bertanggung jawab karena peran korlap sangat penting dalam penyampaian “Main Theme” kegiatan PKK Maba ini.

Tapi kenyataan berkata lain, saya harus pulang lebih awal sebelum rapat pertama PKK Maba gara-gara temen-temen di Pamekasan ngadain kompetisi basket se-Madura. Nggak enak juga kalo udah kadung janji nggak ditepati. Lagiyan pas itu anak-anak kekurangan orang.

Rencana awal pulang cuma 1 minggu, tapi molor sampe 2 minggu gara-gara temen-temen request macem-macem. Yang kurang personiol lah, kurang ini lah, kurang itu lah, kompllit dech pokoknya. Di sisi lain, anak2 panitia PKK Maba udah pada nungguin korlap yang satu ini (saya sendiri :-) ,

Temen-temen ngasih kabar yang kurang enak, pendamping kelebihan orang. Jadi mau nggak mau mereka harus menjalani seleksi yang sangat ketat. Bukan sembarang orang yang bisa masuk dalam jajaran pendamping PKK Maba tahun ini. Mereka adalah orang-orang yang punya talenta bagus dan potensial. Suasana hati tambah nggak enak, yang lain pada kerja malah aku enak-enak ngurusi kompetisi basket sambil ngecengin cewek (maap ya prend-prend udah ngacangin kalian). Sempat sich kepikiran mo ngundurkan diri, tapi aku masih merasa punya tanggung jawab besar ama temen-temen panitia, maba, dan Fakultas “garing” MIPA.

Tiba saatnya setelah 2 minggu balik ke malang dengan mendadak. Sms dari Pak Agus (CO Korlap) udah warning, gawat. Dihadapan pak Pak Wisnu (Co. Lak) dan Pak korlap, saya divonis nggak bakalan jadi korlap dan saya disuruh milih dimana aja asalkan jangan pendamping. Tambah salah kalo saya sampai milih. Saya tanya aja posisi yang kosong. Adanya perlengkapan. Nggak masalah sich, toh itu udah tanggung jawab saya. Tiba-tiba Pak Vicky (Co Acara) minta aku pindah ke acara. Mau nggak mau saya pindah ke acara. Toh saya adalah orang yang salah dalam kepanitiaan kali ini.

Sifat “Glembosi” (kata Pak Wasis) ato yang sering dikenal dengan sebutan Ha-Ho melekat dalam diri saya waktu itu. Pada simulasipun saya nggak punya gambaran tentang kegiatan saya. Anak acara yang aneh, padahal semaleman udah saya pelajari tuch juknis ma juklak, tapi tetep aja glembosi.

REFRESH…
Refresh Our Mine…
Refresh Our Soul…

Hari yang dinanti-nanti tiba. Saatnya 2 hari Ordik. kita sich nggak ikutan full dalam acara kali ini. tapi di apel pagi kita selalu ada. Saya, Apri n Nugie ditunjuk jadi sweeper. Posisi yang memang jauh dari keramaian. Saya menangkap maba-maba yang telat (versi panitia) dalam barisan yang terpisah. saya jadi teringat pada saat krida mahasiswa lalu ketika saya telat. Padahal sebenernya nggak telat, tapi panitia aja tuch gawat. kasihan sich ngelihat mereka, malah ada yang ampek keringetan gara-gara lari takut telat. Ya yang namanya telat dengan alasan apapun tetep aja telat bro. Ormawapun juga demikian, meski kita punya 100% kekuasaan terhadap maba, saya tidak berani menampakkan diri seperti teman-teman panitia yang lain (tidak bisa saya sebutkan namanya) yang pada cari muka di hadapan maba. Nggak terlalu penting sich cari muka ke maba, toh itu bukan tujuan utama saya dalam PKK Maba kali ini. Selama 4 hari jadi sweeper, saya merasa ada perubahan yang cukup signifikan dari pribadi saya yang emang punya hobi telat. Ngadepin maba telat selama 4 hari yang kata mereka punya penyakit telat, hobi telat (sama kayak saya), kebiasaan telat, selalu dekat dengan telat atau apalah kata mereka, ada satu hal yang unik. Mereka dapat berubah secara instan hanya dalam hitungan 4 hari. Entah apa yang membuat mereka seperti itu, entah pressing yang berlebihan dari Pak Korlap, atau kesadaran akan kebersamaan yang mulai tumbuh dan tertanam dala jiwa mereka. hal yang sungguh menjadi renungan panjang bagi saya, kalo mereka bisa, kenapa saya nggak? Saya yakin saya bisa dan saya pasti bisa.

Dalam pelaksanaan PKK Maba yang cukup melelahkan ini, saya memposisikan diri jauh dari peradaban populer panitia-panitia lain. Alhasil, setelah kegiatan PKK Maba selesai, nggak ada yang ngajak foto bareng. Malahan saya yang disuruh ngambil foto, sial banget. Lebih parahnya lagi, selang seminggu setelah kegiatan, nggak ada satupun maba yang sms. Nanyain kabar gitu, ato apalah basa-basi. Apes banget pokoknya. Saya tanya temen-temen, semuanya pada dapet. Minimal 6 maba lah yang sms, dan bahkan ada yang sampe puluhan. Tapi saya bangga jadi diri saya sendiri yang low profile. Toh dari awal kepanitiaan, bukan itu tujuan saya. Saya menemukan satu hal yang saya cari. Saya banyak belajar dari orang-orang hebat yang terpilih menjadi panitia PKK Maba FMIPA 2008. Thanks for all…

F MI PA MIPA
F MI PA MIPA
FMIPA Didadaku
FMIPA Kebanggaanku
F MI PA MIPA
F MI PA MIPA
MIPA…….(Jaya)
MIPA…….(Jaya)
MIPA…….(Jaya)

No Comments Yet »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.