Dany Satriya Kennedy Weblog

7, Oktober 2008

Indonesia Merdeka = Korupsi Merajalela

Diarsipkan di bawah: Politik — kennedyfreedom @ 8:42 pm

63 Tahun Indonesia merdeka, namun makna “kemerdekaan” ini disalah artikan dalam proses berpolitik. Wakil-wakil rakyat, pejabat negara, pejabat pemerintahan, jaksa, dan lainnya berlomba-lomba untuk merdeka. Merdeka untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan memanfaatkan jabatan dari profesi mereka masing-masing.

Sebut saja pada pemerintahan orde baru yang “mewariskan” budaya korupsi, kolusi, dan nepotismenya kepada rakyatnya sehingga korupsi telah menjadi budaya yang tidak dapat dipisahkan dari negara Indonesia. Saat ini Indonesia masih berada di papan atas dalam urusan korupsi.

Apa peran penegak hukum? Apa mereka tidur? Atau tidak mendengar? Dan jangan-jangan mereka pura-pura tidak mendengar? Faktanya, penegak hukum juga sering melakukan tindakan korupsi. Benar-benar kenyataan yang sangat pahit bagi penerus-penerus bangsa yang menginginkan bangsanya maju. Hal ini merupakan krisis moral yang multidimensional dan menyentuh kepada semua aspek kehidupan. Peran mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai “agen of change” dalam mengatasi masalah bangsa yang rumit ini.

Sudah seharusnya Indonesia keluar dari keadaan ini. Negara yang patut kita contoh adalah China. Meskipun mereka pernah tercatat dalam jajaran terdepan dalam hal korupsi, namun dengan kesadaran yang tumbuh dari setiap warga negaranya mereka dapat menjadi negara yang bebas dari korupsi. Hal itu juga didukung oleh hukuman mati kepada pelaku korupsi di China, siapapun dan apapun jabHalatannya. Hal ini sangat efektif dalam memberantas korupsi di negara mereka. Alhasil, dalam kurun waktu yang cukup singkat, negara China sudah tercatat sebagai negara yang minim korupsi.

Kapan hal yang sama berlaku di negara Indonesia tercinta? Kapan kita sadar bahwa korupsi tidak hanya merugikan kita dan bangsa? Kapan budaya korupsi hilang sama sekali dari kehidupan bangsa kita tercinta?

Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

1 Komentar »

  1. Bener banget mas Kennedy, Indonesia penuh dengan lika-liku.

    Komentar oleh Tyo — 7, Oktober 2008 @ 9:09 pm


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.